“SKATEBOARD” teman olahraga

Posted: Juli 23, 2010 in Uncategorized

Palembang, Kompas – Komunitas penggemar skateboard berkembang di Palembang. Olahraga permainan yang menampilkan atraksi di atas papan luncur itu kini menjadi hobi bagi sebagian anak- anak muda Palembang.

Penggemar skateboard atau yang dikenal sebagai skaters itu berasal dari beragam kalangan, dari usia SMP sampai karyawan. Olahraga permainan itu mulai diminati di Palembang sejak tahun 1999 dengan anggota komunitas mencapai puluhan orang.

Untuk mendapatkan referensi perkembangan atraksi melompat dan meluncur di atas skateboard, para skaters banyak mempelajari dari film dan majalah-majalah dalam dan luar negeri.

Reza, skaters dari Kelompok Palembang Street Imaginator, Jumat (29/6), menuturkan, skateboard bukanlah sekadar hobi maupun gaya hidup modern. Namun, olahraga yang membutuhkan nyali ekstra seseorang untuk berani sakit, terluka, dan jatuh bangun dengan skateboard mereka sewaktu sedang beraksi.

“Tantangan itulah yang menarik karena membutuhkan strategi, keseimbangan tubuh, dan tidak sekadar gaya,” kata Reza, yang juga mahasiswa diploma Universitas Sriwijaya.

Hal senada dikemukakan Endah, skaters dari PSI. “Keseleo atau cedera, luka-luka, patah kaki, atau tangan adalah hal yang biasa dalam bermain skateboard. Itu risiko yang harus ditanggung oleh setiap penggemar saat mengasah kemahiran,” tutur Endah.

Menjadi sahabat

Bermain skateboard selain menantang adrenalin, juga memperluas pergaulan. Sebagian anggota klub mengaku bahwa hobi itu mempertemukan mereka yang semula tidak saling mengenal hingga akhirnya membentuk komunitas.

Kebersamaan, gaya hidup, dan rasa persaudaraan mempererat komunitas itu sampai saat mengikuti ajang kompetisi skaters di luar daerah. Para skaters kerap mengikuti ajang kompetisi secara bersama-sama, membawa nama pribadi maupun kelompok.

“Komunitas skateboard sudah menjadi sahabat,” kata Reza.

Meski demikian, tidak dipungkiri, permainan skateboard masih didominasi oleh mereka yang berasal dari kalangan menengah ke atas. Mahalnya peralatan skateboard menjadi salah satu alasan olahraga itu belum merakyat.

Untuk memiliki sebuah papan skateboard kualitas standar, misalnya, skaters harus merogoh uang sampai Rp 1.500.000.

“Papan skateboard sering patah kalau digunakan untuk melompati rintangan. Akhirnya, beberapa kali terpaksa ganti papan,” kata Endah, yang sudah ganti papan sampai tujuh kali.

Butuh tempat

Kendala utama yang dirasakan para skaters adalah tidak adanya tempat latihan atau skate park. Selama ini, kelompok tersebut hanya bermain di jalanan dan lahan-lahan kosong sehingga kerap membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Wahab, skaters lainnya, mengatakan, beberapa kali komunitas itu mencoba untuk mengajukan usul pembuatan skate park ke kalangan bisnis. Namun, usul itu belum mendapat respons yang positif.

“Kalangan pengusaha selalu menanyakan keuntungan finansial apa yang bisa mereka dapat jika membantu membuat skate park. Sedangkan, sulit mengajukan usul ke pemerintah,” tutur Wahab.

Mereka berharap pemerintah atau kalangan bisnis tergerak untuk menyediakan sarana bagi skaters. Diharapkan, prestasi mereka dalam kompetisi skateboard terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s